Si Manies Meiskasusiandryastuti's Blog

Blog ini merupakan tempat untuk meletakkan tulisan-tulisan saya selama saya kuliah. Dan blog ini akan saya jaga dengan baik dan benar,…..

Hakikat Penelitian

TUGAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA

 

HAKIKAT PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN SERTA RUANG LINGKUP PENELITIAN PENDIDIKAN

 

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Fisika

yang dibina oleh Ibu Endang Purwaningsih

 

Di susun oleh:

Meiska Susi Andry Astuti           (109321422610)

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN FISIKA

 Januari 2012

  1. 1.    HAKIKAT PENELITIAN

Rasa ingin tahu merupakan salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia. Sifat tersebut akan mendorong manusia bertanya untuk mendapatkan pengetahuan. Setiap manusia yang berakal sehat sudah pasti memiliki pengetahuan, baik berupa fakta, konsep, prinsip, maupun prosedur tentang suatu obyek. Pengetahuan dapat dimiliki berkat adanya pengalaman atau melalui interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Secara universal, terdapat tiga jenis pengetahuan yang selama ini mendasari kehidupan manusia yaitu: (1) logika yang dapat membedakan antara benar dan salah; (2) etika yang dapat membedakan antara baik dan buruk; serta (3) estetika yang dapat membedakan antara indah dan jelek. Kepekaan indra yang dimiliki, merupakan modal dasar dalam memperoleh pengetahuan tersebut.

Salah satu wujud pengetahuan yang dimiliki manusia adalah pengetahuan ilmiah yang lazim dikatakan sebagai “ilmu”. Ilmu adalah bagian pengetahuan, namun tidak semua pengetahuan dapat dikatakan ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang didasari oleh dua teori kebenaran yaitu koherensi dan korespondensi. Koherensi menyatakan bahwa sesuatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan logis atau berpikir secara rasional. Korespondensi menyatakan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut didasarkan atas fakta atau realita. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan empirik atau bertolak dari fakta. Dengan demikian, kebenaran ilmu harus dapat dideskripsikan secara rasional dan dibuktikan secara empirik.

Koherensi dan korespondensi mendasari bagaimana ilmu diperoleh telah melahirkan cara mendapatkan kebenaran ilmiah. Proses untuk mendapatkan ilmu agar memiliki nilai kebenaran harus dilandasai oleh cara berpikir yang rasional berdasarkan logika dan berpikir empiris berdasarkan fakta. Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah melalui penelitian. Banyak definisi tentang penelitian tergantung sudut pandang masing-masing. Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu.

Pengertian tersebut di atas menyiratkan bahwa penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris (Sudjana, 2001). Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti. Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika/penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta/ realita.

Penelitian atau riset adalah terjemahan dari bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research berasal dari bahasa Prancis recherche. Intinya, hakikat penelitian adalah “mencari kembali”. Hakikat penelitian yang sesungguhnya adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data/informasi sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana seharusnya, dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

 

  1. 2.    MAKNA PENELITIAN

 

Ilmu pengetahuan merupakan produk dari penelitian alam maupun ilmu pengtahuan sosial. Penelitian ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari ilmu pengetahuan. Citra orang tentang ilmu pengetahuan sangat tergantung pada bagian penting yang merupakan wajahnya yaitu kegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah adalah penelitian yang mengandung unsur-unsur ilmiah atau keilmuan di dalam aktivitasnya.

Ostle pada Nazir 1999 menyatakan penelitian yang dilakukan dengan menggu-nakan metode ilmiah (scientific methode) disebut penelitian ilmiah, mengandung dua unsur penting yakni; unsur pengamatan (observation) dan unsur nalar (reasoning). 

Penelitian ilmiah juga berarti penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis tentang fenomena alam dengan dipandu oleh teori dan hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat di antara fenomena itu (Kerlinger, 2000).  Penelitian ilmiah merupakan mesin yang memproses produk ilmu pengetahuan.

            Dapat disimpulkan bahwa penelitian ilmiah merupakan serangkaian kegiatan sistematis yang didasarkan pada metode ilmiah dengan tujuan mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan atau pertanyaan penelitian yang diajukan sebelumnya. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa makna penelitian dari berbagai sumber. Yang mana penelitian adalah:

  1. Proses pembentukan dari sebuah teori yang diajukan
  2. Proses pencarian dan penemuan jawaban secara ilmiah
  3. Proses mencari jawaban atau hal – hal yang ingin diketahui jawabannya.
  4. Kegiatan ilmiah untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan
  5. Kegiatan ilmiah guna menemukan ilmu baru

Jadi dari uraian diatas bahwa penelitian merupakan proses yang berjalan secara terus menerus dan tidak akan pernah merupakan hasil akhir karena sering kali penelitian seseorang ditundukkan oleh penelitian orang lain yang mampu membantah kebenaran hasil penelitian sebelumnya.

Ada tiga tujuan penelitian, antara lain:

  1. Penemuan, berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui
  2. Pembuktian, berarti data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
  3. Pengembangan, berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada.

Fungsi (kegunaan hasil) penelitian, antara lain:

  1. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi fakta
  2. Memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah.
  3. Mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi

Jenis-jenis penelitian, antara lain:  

  1. Penelitian menurut tujuan
  • Penelitian murni merupakan penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan ilmu administrsi atau manajemen.
  • Penelitian terapan mereupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
  1. Penelitian menurut metode
  • Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat dalam memilih pemimpin nasional dan daerah, kualitas SDM masyarakat Indonesia.
  • Penelitian Ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan sebab-sebab terjadinya kebakaran gedung di suatu lembaga pemerintah, penelitian untuk mengungkapakan sebab-sebab terjadinya kerusuhan di suatu daerah.
  • Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Terdapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental. Contoh: penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, penelitian pengaruh mobil berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas.
  • Penelitian naturalistic sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk mengungkapakn makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.
  • Policy research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu proses penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian untuk membuat undang-undang atau peraturan tertentu, penelitian untuk pengembangan struktur organisasi.
  • Action research aadalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.
  • Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan fenomena suatu kejadian, kegiatan dan produk. Contoh: penelitian proses pelaksanaan suatu peraturan atau kebijakan, penelitian keluarga berencana.
  • Penelitian sejarah adalah penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Contoh: penelitian untuk mengetahui kapan berdirinya kota tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan hari ulang tahun, penelitian untuk mengetahui perkembangan peradaban kelompok masyarakat tertentu.
  1. Penelitian menurut tingkat explanasinya       
  • Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian yang berusaha menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia, bagaimanakah etos kerja dan prestasi kerja para karyawan di departemen x.
  • Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.  Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu, adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan SMU.
  • Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih. Contoh: adakah hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan tamu, adakah pengaruh insentif terhadap prestasi kerja pegawai.
  1. Penelitian menurut jenis data dan analisis
  • Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar).
  • Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan).

  1. 3.    KARAKTERISTIK PENELITIAN

Penelitian (ilmiah) mempunyai karakteristik utama, antara lain:

  1. Ada tujuan

Penelitian harus mempunyai tujuan yang jelas. Suatu penelitian dimaksudkan untuk dapat membantu pemecahan masalah. Walaupun penelitian tidak memberikan jawaban langsung terhadap permasalahan akan tetapi hasilnya harus mempunyai kontribusi dalam usaha pemecahan masalah. Hasil penelitian harus memberikan penjelasan akan fenomena yang menjadi pertanyaan penelitian dan harus dapat melandasi keputusan serta tindakan pemecahan permasalahan. Oleh karena itu penelitian memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekedar melihat hubungan yang terjado di antara variable atau gejala yang diteliti. Penelitian pun mempunyai tujuan yang lebih dalam daripada sekedar memperlihatkan perbedaan yang ada di antara kelompok-kelompok subyek yang terlibat sebagai sampel.

  1. Ada keseriusan

Keseriusan dalam penelitian berarti ada kehaati-hatian, ketelitian, dan ada kepastian. Untuk itu diperlukan adanya dasar teori yang baik dan rancangan penelitian yang mantap sehingga keseriusan penelitian meningkat pula. Oleh karena itu penelitian harus didasarkan pada jumlah sampel yang cukup yang dipilih denagn metode benar dan daftar pertanyaan harus disusun secara tepat.

  1. Dapat diuji

Suatu penelitian sebaiknya enampilkan hipotesis yang dapat diuji denagn menggunakan metode statistik tertentu. Pengujian ini didasarkan atas pengalaman lembaga lain dan juga atas dasar hasil penelitian sebelumnya. Dari hasil uji hipotesis itu dapat ditemukan apakah hipotesis itu ditolak atau tidak ditolak.

  1. Dapat direplikasikan

Hasil suatu penelitian tercermin dari hasil uji hipotesis. Hasil uji hipotesis yang merupakan penemuan penelitian itu harus berkali-kali didukung denag kejadian yang sama apabila penelitian itu dilakukan berulang-ulang dalam kondisi yang sama. Kalau hal itu terjadi (penemuan yang sama dalam kondisi berulang terjadi), maka kita mempunyao keyakinan bahwa penelitian kita itu bersifat ilmiah. Dengan kata lain hipotesis kita itu tidak ditolak bukan karena kebetulan.

  1. Presisi dan Keyakinan

Presisi menunjukkan seberapa dekat penemuan itu terhadap realita (atas dasar sampel yang digunakan). Denagn kata lain presisi mencerminkan derajat kepastian dari penemuan terhadap gejala yang dipelajari.

Selanjutnya keyakinan menunjukkan kemungkinan dari kebenaran estimasi yang dilakukan. Hal estimasi tidak hanya perlu tepat tetapi juga dikatakan bahwa 95% dari seluruh kesempatan yang ada akan ditemukan bahwa hasil penelitian benar dan 5% menyatakan bahwa penemuan tidak benar. Pada umunya penemuan itu diterima dan biasanya dinyatakan sebagai derajat kepastian sebesar 5%.

  1. Obyektivitas

Kesimpulan yang diambil oleh suatu penelitian harus bersifat obyektif, artinya harus didasarkan pada fakta yang diperoleh dari data actual dan buakn atas dasar penilaian subyektif dan emosional. Kalau kesimpulan hanya didasarkan atas apa yang dipercaya oleh penelitian itu sendiri tidak diperlukan lagi tetapi hal ini tidak dapat dibenarkan.

  1. Berlaku Umum

Hasil penelitian yang berlaku umum menunjuk pada cakupan dari ada tidaknya hasil penelitian itu diterapkan dalam berbagai keadaan. Semakin luas cakupan penerapan yang dapat ditimbulkan oleh hasil penelitian itu akan semakin berguna penelitian tersebut bagi mereka yang menggunakannya. Jadi semakin berlaku umum hasil suatu penelitian akan semakin berguna penelitian tersebut. Sesungguhnya tidak banyak hasil penelitian yang dapat diberlakukan secara umum untuk keadaan dan organisasi yang berbeda-beda ataupun di tempat yang berbeda. Hal ini memerlukan syarat ketelitian dalam rencana pengambilan sampel maupun metode penelitiannya.

  1. Efisien

Kesederhanaan dalam menjelaskan gejala-gejala yang terjadi dan aplikasi pemecahan masalahnya seringkali lebih disukai daripada kerangka penelitian yang kompeks yang menunjukkan sejumlah variabel yang sulit dikelola. Jadi efisiensi dapat dicapai bila kita dapat membangun kerangka penelitian yang melibatkan sedikit variabel namun dapat menjelaskan suatu kejadian daripada dengan banyak variabel tetapi hanya sedikit menjelaskan variasi dari variabel atau gejala yang ingin dijelaskan.

 

  1. 4.    METODE PENELITIAN

Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta). Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah penelitian yaitu:

  1. Merumuskan masalah

Mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan.

  1. Mengajukan hipotesis

Mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.

  1. Verifikasi data

Mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan jenis data, dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.

  1. Menarik kesimpulan

Menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, penelitian ilmiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data empirik. Berdasarkan proses tersebut di atas, mulai dari langkah kajian teori sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir deduktif. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan proses berpikir induktif. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir ilmiah. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode ilmiah.

Diperkenalkan oleh John Dewey, yang akhirnya menjadi dasar metode penelitian ilmiah. Tahapannya adalah sebagai berikut.

  1. The Felt Need (adanya suatu kebutuhan)

Seseorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda perasaanya sehingga dia berusaha mengungkapkan kebutuhan tersebut.

  1. The Problem (menetapkan masalah)

Dari kebutuhan yang dirasakan pada tahap the felt need diatas, diteruskan dengan merumuskan, menempatkan dan membatasi permasalahan (kebutuhan). Penemuan terhadap kebutuhan dan masalah boleh dikatakan parameter yang sangat penting dan menentukan kualitas penelitian. Studi literatur, diskusi, dan pembimbingan dilakukan sebenarnya untuk men-define kebutuhan dan masalah yang akan diteliti.

  1. The Hypothesis (menyusun hipotesis)

Jawaban atau pemecahan masalah sementara yang masih merupakan dugaan yang dihasilkan misalnya dari pengalaman, teori dan hukum yang ada.

  1. Collection of Data as Avidance (merekam data untuk pembuktian) Membuktikan hipotesis dengan eksperimen, pengujian dan merekam data di lapangan. Data-data dihubungkan satu dengan yang lain untuk ditemukan kaitannya. Proses ini disebut dengan analisis. Kegiatan analisis dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis.

 

 

  1. Concluding Belief (kesimpulan yang diyakini kebenarannya)

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada tahap ke-4, dibuatlah sebuah kesmpulan yang diyakini mengandung kebenaran, khususnya untuk kasus yang diuji.

  1. General Value of the Conclusion (memformulasikan kesimpulan umum)

Kesimpulan yang dihasilkan tidak hanya berlaku untuk kasus tertentu, tetapi merupakan kesimpulan (bisa berupa teori, konsep dan metode) yang bisa berlaku secara umum, untuk kasus lain yang memiliki kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan diatas.

 

  1. 5.    RUANG LINGKUP PENELITIAN PENDIDIKAN

Pendidikan Teoretis, yaitu:

  1. Kajian filosofis tentang pendidikan
  2. Orientasi pendidikan (transmisi, transaksi, transformasi)z
  3. Konsep-konsep pendidikan

Pendidikan praktis, yaitu:

  1. Berdasarkan lingkungan dan kelompok usia
  2. Berdasarkan jenjang
  3. Berdasarkan bidang studi
  4. Berdasarkan jenis

 

Tinggalkan komentar »

Silabus Energi Mekanik

TUGAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA

SILABUS

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Fisika yang dibina oleh Ibu Endang Purwaningsih

 

Di susun oleh:

Meiska Susi Andry Astuti   (109321422610)

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN FISIKA

 November 2011

SILABUS

Satuan Pendidikan             : SMA

Mata Pelajaran                    : Fisika

Kelas/ Semester                  : XI/1

Alokasi waktu                    : 8 jam            

Standar Kompetensi           : 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik

Kompetensi Dasar              : 1.6 Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari

Alokasi Waktu                    : 2 kali pertemuan

Indikator

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Sumber/Bahan/Alat

  1. Mendefinisikan pengertian energi

 

 

 

 

  • Mencari informasi dari sumber bahan cetak tentang pengertian energi
  • Beberapa siswa mendefinisikan tentang pengertian energi
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi
  1. Tes:

-    Kuis

-    Tes Tertulis

  1. Non Tes:

-    Presentasi

-    Tugas mandiri dan tugas kelompok

  1. Pengamatan:

-    Aktivitas siswa dalam mengikuti tanya jawab dan diskusi di dalam kelas.

-    Sikap dan tingkah laku siswa.

 

Sumber: Buku fisika yang relevan

 

Bahan: lembar masalah, hasil kerja siswa, bahan presentasi

 

Alat: media presentasi  (spidol dan papan whiteboard), alat-alat praktikum

 

 

 

 

 

 

  1. Menyebutkan macam-macam energi

 

 

  • Menyebutkan daftar dengan menunjukkan telunjuk terlebih dahulu
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi
  1. Mendefinisikan pengertian energi mekanik

 

 

 

 

  • Mencari informasi dari sumber bahan cetak tentang pengertian energi mekanik
  • Beberapa siswa mendefinisikan tentang pengertian energi mekanik
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi
  1. Memahami konsep hukum kekekalan energi mekanik

 

  • Mencari informasi dari sumber bahan cetak tentang bunyi hukum kekekalan energi mekanik
  • Beberapa siswa mendefinisikan tentang bunyi hukum kekekalan energi mekanik
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi
  1. Melakukan praktikum hukum kekekalan energi mekanik

 

 

 

  • Melakukan praktikum secara berkelompok
  • Membuat kesimpulan tentang hasil percobaan
  • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi
  1. Menjelaskan penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak, misalnya gerak jatuh bebas, gerak parabola, gerak harmonik sederhana
  • Mencari informasi dari sumber bahan cetak tentang penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak
  • Menjelaskan penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak secara individu dengan cara menunjuk siswa
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi
  1. Mengaplikasikan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak dalam bidang miring

 

 

 

  • Mencari informasi dari sumber bahan cetak tentang aplikasi hukum kekekalan energi mekanik pada gerak dalam bidang miring
  • Menjelaskan aplikasi hukum kekekalan energi mekanik pada gerak dalam bidang miring
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi
  • Guru menambahkan dan memberikan informasi yang sebenarnya
  1. Menganalisis hukum kekekalan energi mekanik pada gerak benda pada bidang lingkaran, seperti gerak roller coaster

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Mencari informasi dari sumber bahan cetak tentang aplikasi hukum kekekalan energi mekanik pada gerak dalam bidang lingkaran
  • Mendiskusikan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak benda dalam bidang lingkaran dengan teman sebangku
  • Mempresentasikan hasil diskusi tersebut bersama teman sebangku (guru bisa menunjuk, apabila siswa tidak ada yang ingin maju)
  • Siswa lain menanggapi dan menambahi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                                                                         

Tinggalkan komentar »

RPP Energi Mekanik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

  1. 1.      Identitas Mata Pelajaran

Satuan Pendidikan            : SMA

Mata Pelajaran      : Fisika

Kelas/Semester      : XI/I

Alokasi Waktu      : 2kali pertemuan

 

  1. 2.      Standart kompetensi
  2. Menganalisis Gejala Alam dan Keteraturannya dalam Cakupan Mekanika Benda Titik

 

  1. 3.      Kompetensi Dasar

1.6  Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari

 

  1. 4.      Indikator

-          Kognitif

  1. Mendefinisikan pengertian energi.
  2. Menyebutkan jenis-jenis energi.
  3. Mendefinisikan pengertian energi mekanik.
  4. Memahami konsep hukum kekekalan energi mekanik.
  5. Melakukan praktikum hukum kekekalan energi mekanik.
  6. Menjelaskan penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak, misalnya gerak jatuh bebas, gerak parabola, gerak harmonik sederhana.
  7. Mengaplikasikan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak dalam bidang miring.
  8. Menganalisis hukum kekekalan energi mekanik pada gerak benda dalam bidang lingkaran, seperti gerak roller coaster.

 

-          Psikomotorik

  1. Merangkai alat praktikum dengan benar.
  2. Menggunakan alat ukur dengan benar.
  3. Melakukan pengamatan dengan benar.

 

-          Afektif

  1. Berpikir kreatif, kritis, dan logis.
  2. Berperilaku santun dalam menyampaikan pendapat.
  3. Berperan aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi.
  4. Bekerja dengan teliti dan jujur.
  5. Mampu bekerjasama dan menghargai teman dalam diskusi kelompok.

 

  1. 5.      Tujuan Pembelajaran
  2. a.      Kognitif

Produk

Siswa dapat:

  1. Mendefinisikan pengertian energi.
  2. Menyebutkan jenis-jenis energi.
  3. Mendefinisikan pengertian energi mekanik.
  4. Memahami konsep hukum kekekalan energi mekanik.
  5. Mengulangi penjelasan guru tentang penerapan energy mekanik.
  6. Menyimpulkan hasil percobaan.
  7. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik.

Proses

Melalui pendekatan CTL siswa dapat melakukan dan menjelaskan berbagai fenomena mengenai konsep hukum kekekalan energi mekanik.

 

  1. b.      Psikomotor

Guru menyediakan media untuk praktikum, siswa dinilai untuk dapat.

  • Merangkai alat praktikum dengan benar.
  • Menggunakan alat ukur dengan benar.
  • Melakukan pengamatan dengan benar.

Setelah tanya-jawab materi antara guru dengan siswa, siswa dinilai untuk dapat mengerjakan soal sebagai tugas rumah secara individu.

 

  1. c.       Afektif
    1. Karakter:

     Siswa terlibat dalam percobaan secara aktif dan menunjukkan karakter meliputi:

-    Melakukan pengamatan secara teliti

-    Menyajikan data secara rapi, jelas, dan jujur

-    Kreatif, kritis, logis, bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun

  1. Keterampilan Sosial

    Siswa terlibat dalam percobaan secara aktif dan menunjukkan perilaku sosial:

-    Mampu bekerjasama dan menghargai teman dalam kelompok

-    Menunjukkan keterampilan bertanya dan menjawab pertanyaan

-    Menyumbang ide atau berpendapat

-    Menjadi pendengar yang baik

 

  1. 8.      Alokasi Waktu

2 kali pertemuan

 

  1. 9.      Model Pembelajaran

Model :

REACT (Relating, Experiencing, Appliying, Cooperating, Transferring)

Metode :

-          Diskusi Kelompok (Tanya jawab)

-          Presentasi

-          Eksperimen

-          Penugasan individu

-          Tes tertulis

 

 

 

  1. 10.  Langkah-langkah Pembelajaran
  • Pertemuan Pertama

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

  • Guru member salam siswa

Guru menuliskan tujuan pembelajaran yaitu tentang energi dan penerapan Hukum Kekekalan Energi Mekanik dalam kehidupan sehari-hari

  • Siswa menjawab salam

Relating (mengaitkan dengan konteks pengalaman kehidupan nyata)

Selanjutnya guru memotivasi siswa dengan mengajukan pertanyaan contoh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari

  • Pada saat kalian menelusuri jalan naik, kalian pasti akan terasa lebih berat. Setelah itu kalian terasa lapar dan lemas. Dalam hal ini kalian telah kekurangan apa?
  • Pada saat kalian melakukan aktivitas sehari-hari, kalian memerlukan apa? Energi tersebut kita peroleh dari mana?
  • Bagaimana dengan mesin-mesin yang membantu kerja manusia? Apakah mesin-mesin ini memerlukan energi?

Energi tersebut diperoleh dari mana?

  • Untuk beraktivitas kalian memerlukan energi, dan kalian peroleh dari makanan yang kalian santap setiap hari, begitu juga dengan mesin, mesin tersebut juga memerlukan energi untuk beroperasi, energi mesin tersebut diperoleh dari bahan bakarnya.
  • Lalu, apa yang dimaksud dengan energi?

 

 

 

 

  • Pernahkan kalian melihat air di atas suatu tebing? Air di atas tebing memiliki energi apa?
  • Apabila air tersebut dialirkan ke bawah menjadi air terjun, air tersebut memiliki energi apa?
  • Jika energi air di atas tebing dijumlahkan dengan energi air terjun, penjumlahan energi tersebut disebut energi apa?
  • Dari ketiga contoh di atas ada beberapa jenis energi

 

ü  Kalian memperoleh energi dari mana?

Dari manakah asal energi kimia bahan makanan yang kalian makan? Hal ini menunjukkan apa? Dan disebut dengan hukum apa?

 

 

 

 

 

Experiencing (melakukan percobaan)

Guru mengajak siswa melakukan percobaan

  • Percobaan dilakukan berkelompok, satu kelas dibagi menjadi 5 kelompok. Perwakilan kelompok mengambil LKS dan alat percobaan. Percobaan terdiri dari 1 kegiatan

Setelah siswa mengambil LKS dan alat, guru menjelaskan prosedur percobaan dan siswa diperbolehkan melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk yang ada di LKS

  • Setiap kelompok wajib melakukan percobaan untuk mengetahui jawaban yang telah dikemukakan siswa dan pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan guru.
  • Setelah melakukan percobaan, jangan lupa catat hasil percobaan yang telah kalian lakukan
  • Kemudian diskusikanlah hasil percobaan yang telah kalian dapatkan dengan anggota kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada d LKS

 

  • Setelah melakukan diskusi menjawab pertanyaan dan menyimpulkan hasil percobaan, masing-masing kelompok menuliskan/mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok yang lain mengajukan pertanyaan untuk menanggapi hasil presentasi

 

  • Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan
  • Siswa menjawab pertanyaan guru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Energi adalah kemampuan  untuk melakukan usaha atau kerja

 

  • Ada tiga jenis energi, yaitu

-          Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena letak atau posisinya

-          Energi kinetic adalah energi yang memiliki benda karena geraknya (atau kecepatannya)

-          Energi mekanik adalah jumlah dari energi potensial dengan energi kinetik

ü  Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, melainkan hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Pertanyaan ini dikenal sebagai Hukum Kekekalan Energ.i

 

  • Perwakilan kelompok mengambil LKS

 

  • Siswa bertanya apabila ada belum jelas

 

 

 

 

  • Siswa melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk LKS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Siswa mendiskusikan hasil percobaan dan menjawab pertanyaan di LKS

 

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi

 

 

 

 

 

 

  • Siswa membuat kesimpulan dengan dibimbing guru

Appliying (menerapkan pengetahuan dalam konteksi kehidupan nyata)

Guru mengarahkan siswa untuk memberikan contoh dari penerapan materi hukum kekekalan energi mekanik dalam kehidupan sehari-hari

  • Pernahkan kalian melihat buah mangga atau kelapa jatuh dari pohon?
  • Apa yang kalian amati?
  • Apakah dari atas ada yang menjatuhkannya? Kalau tidak ada yang menjatuhkan, bagaimana kecepatan awalnya?
  • Mengapa hal tersebut bias terjadi

 

  • Pernahkan kalian melihat water roket?
  • Apa yang kalian amati
  • Bagaimana lintasan water roket tersebut?
  • Mengapa water roket tersebut tidak terus berada di atasa? Tetapi turun kembali ke tanah?
  • Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

 

ü  Pernahkan kalian bermain ayunan?

ü  Apa yang kalian rasana saat kalian berada pada simpangan maksimum?

ü  Bagaimana gerakan ayunan tersebut?

Apakah ayunan tersebut akan tersu berayun atau lama-kelamaan akan berhenti?

ü  Mengapa hal tersebut bias terjadi?

 

Cooperating (berdiskusi memecahkan masalah)

Diskusilah dengan teman sebangku untuk menjawab pertanyaan dari guru.

  • Setelah berdiskusi, guru meminta siswa untuk membacakan hasil diskusi dan siswa yang lain menanggapi

 

Transferring (mentransfer pengetahuan di dalam konteks situasi baru)

  • Guru mereview materi hukum kekekalan energi mekanik
  • Guru member kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan
  • Guru memberI latihan soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi yang dijelaskan
  • Guru memberi pertanyaan siswa untuk pemantapan materi:

-          Apakah energi itu?

-          Sebutkan apa yang dimaksud dengan energi mekanik?

-          Apa yang dimaksud dengan energi mekanik

-          Bagaimana penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak

  • Guru menggarahkan siswa untuk membuat kesimpulan materu yang dipelajari

-          Guru memberikan memberikan pekerjaan rumah kepada siswa dan harus dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

-          Guru memberikan salam

  • Siswa menjawab pertanyaan guru
  • Guru menjelaskan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Siswa berdiskusi dan membacakan hasil diskusi, siswa yang menanggapi

 

 

 

 

 

 

 

  • Siswa mencatat penjelasan guru
  • Siswa mengajukan pertanyaan
  • Siswa mengerjakan latihan soal
  • Siswa menjawab pertanyaan guru

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Siswa membuat kesimpulan pelajaran

 

  • Siswa mencatat pekerjaan rumah

 

 

 

  • Siswa mnjawab salam

 

  • Pertemuan  Kedua

Kegiatan Guru

Kegaitan Siswa

  • Guru member salam siswa

Guru menuliskan rujuan pembelajaran yaitu tentang energi dan peneapan Hukum Kekekalan Energi Mekanik dalam kehidupan sehari-hari

  • Siswa menjawab salam

Relating (mengaitkan dengan konteks)

Jika kalian bermain prusutan, apa yang kalian rasakan pada saat di bawah?

Mengapa?

  • Kalian pernah pergi ke taman hiburan? Ada roller coaster? Kalian tau tidak prinsip kerja roller coaster tersebut?

Experiencing (melakukan percobaan)

Guru mengajak siswa melakukan percobaan

  • Percobaan dilakukan berkelompok, satu kelas dibagi menjadi 5 kelompok. Perwakilan kelompok mengambil LKS dan alat percobaan. Percobaan terdiri dari 1 kegiatan

Setelah siswa mengambil LKS dan alat, guru menjelaskan prosedur percobaan dan siswa diperbolehkan melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk yang ada di LKS

  • Setiap kelompok wajib melakukan percobaan untuk mengetahui jawab yang telah dikemukakan siswa dan pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan oleh guru
  • Setelah melakukan percobaan, jangan lupa catat hasil percobaan yang telah kalian lakukan
  • Kemudian diskusikanlah hasil percobaan yang telah kalian dapatkan dengan anggota kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada di LKS.
  • Setelah melakukan diskusi menjawab pertanyaan dan menyimpulkan hasil percobaan, masing-masing kelompok menuliskan/mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok yang lain mengajukan pertanyaan untuk menanggapi hasil presentasi
  • Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan

Appliying (Menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata)

Guru mengarahkan siswa untuk memberikan contoh dari penerapan materi hukum kekekalan energi mekanik dalam kehidupan sehari-hari

  • Pernahkah kalian menjatuhkan bola pada bidang miring yang licin
  • Bagaimana kecepatan awal dan kecepatan akhirnya
  • Mengapa hal tersebut biasa terjadi?

 

  • Pernahkan kalian melihat orang naik roller coaster?
  • Apa yang kalian amati?
  • Bagaimana lintasan roller coaster
  • Mengapa orang tidak berjatuhan dari roller coaster yang terjungkir
  • Apakah penyebabnya
  • Siswa menjawab pertanyaan guru

 

 

 

 

 

  • Perwakilan kelompok mengambil LKS

 

 

  • Siswa bertanya apabila ada yang belum jelas

 

 

  • Siswa melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk LKS

 

 

 

 

 

 

 

  • Siswa mendiskusikan hasil percobaan dan menjawab pertanyaan di LKS

 

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi

 

 

 

 

 

  • Siswa membuat kesimpulan dengan dibimbing guru

 

  • Siswa menjawab pertanyaan guru
  • Guru menjelaskan

Cooperating (berdiskusi memecahkan masalah)

Diskusikanlah dengan teman sebangku untuk menjawab pertanyaan dari guru

  • Setelah berdiskusi, guru meminta siswa untuk membacakan hasil diskusi dan siswa yang lain menanggapi

 

Transferring (mentranfer pengetahuan di dalam konteks situasi baru)

  • Guru mereview materi hukum kekekalan energi mekanik
  • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan
  • Guru member latihan soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi yang dijelaskan
  • Guru member pertanyaan siswa untuk pemantapan materi:
  • Bagaimana gerak bola pada bidang miring?
  • Bagaimana penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak benda dalam bidang lingkaran, seperti gerak roller coaster?
    • Guru mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan materi yang dipelajari
    • Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa dan harus dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
    • Guru memberikan salam
    • Siswa berdiskusi dan membacakan hasil diskusi, siswa yang lain menanggapi

 

 

 

 

 

 

  • Siswa mencatat penjelasan guru
  • Siswa mengajukan pertanyaan
  • Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Siswa membuat kesimpulan pelajaran
  • Siswa mencatat pekerjaan rumah
  • Siswa menjawab salam

 

  1. 11.  Penilaian Hasil Belajar
  2. Tugas individu, tugas kelompok, tes lisan, tugas rumah, kuis dan ulangan harian
  3. Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya di atas SKBM
  4. Memberi program remedial untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di bawah SKBM
  5. Member program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapainnya di atas SKBM
    1. 12.  Sumber belajar

Sumber      : Buku fisika kelas XI yang relevan

Bahan        : Lembar Kerja dan bahan presentasi

Alat           : Media presentasi

 

  1. A.    PENILAIAN KOGNITIF

NO

NAMA

SOAL

JUMLAH

1

2

3

4

5

6

7

1

Sisil

 

 

 

 

 

 

 

 

2

…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     PENILAIAN AFEKTIF

No

Nama

SIKAP

Jumlah

Kehadiran Siswa

Berfikir kreatif, logis, kritis

Jujur

Ketepatan mengumpulkan tugas

Berperilaku Santun

Bekerja Sama

Aktif Berpendapat

Menghargai Pendapat Teman

Teliti

Tanggung jawab

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

1

Harry

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Romeo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan penilaian afektif siswa:

Total          : 30

Criteria      : 3        = sangat baik

                    2        = baik

                    1        = kurang

Perolehan =

Rubric Penilaian Afektif

No

Aspek

Skor

1

2

3

1

Kehadiran siswa

Tidak hadir

Hadir telat

Hadir tepat waktu

2

Berfikir kreatif, logis, kritis

Kreatif tidak kritis dan tidak logis

Kreatif, kritis tapi logis

Kreatif, kritis dan logis

3

Jujur

Tidak jujur

Kurang jujur

Jujur

4

Ketepatan mengumpulkan tugas

Tidak mengumpulkan

Terlambat

Tepat waktu

5

Berperilaku santun

Tidak santun

Kurang santun

Santun

6

Bekerja sama

Tidak bekerja keras

Kurang bekerja keras

Bekerja keras

7

Aktif berpendapat

Tidak aktif

Kurang aktif

Aktif berpendapat

8

Menghargai Pendapat Teman

Tidak menghargai

Kurang menghargai

Menghargai

9

Teliti

Tidak teliti

Kurang teliti

Teliti

10

Tanggung jawab

Tidak tanggung jawab

Kurang tanggungjawab

 

 

  1. C.    PENILAIAN PSIKOMOTORIK

No

NAMA

Penilaian

Jumlah

Persiapan

Proses

Hasil

Merangkai alat

Menggunakan alat ukur

Pengambilan data

Menganalisis data

Menyimpulkan

pelaporan

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

3

2

1

1

Carlo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Amar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bentuk Instrumen : Praktikum

No

Nama

Aspek

Jumlah

Ketepatan Meragnkai Alat Praktikan

Kebenaran Dalam memperlakukan alat percobaan

Kebenaran Mengamati Percobaan Tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Nur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubric Penilaian

No

Aspek Yang Dinilai

Skor

1

2

3

1

Ketepatan Merangkai Alat Praktkum

Salah

Kurang tepat

Sangat tepat

2

Kebenaran dalam memperlakukan alat percobaan

Buruk

Kurang baik

Sangat baik

3

Kebenaran Mengamati Percobaan Tersebut

Teliti

Kurang teliti

Sangat teliti

 

Tinggalkan komentar »

MAKALAH “Tata Surya dan Benda Langit Yang Terikat Dengan Gravitasi”

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas  segala rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia Keilmuan. Makalah ini dapat digunakan sebagai wahan untuk menambah pengetahuan, sebagai teman belajar, dan sebagai referensi tambahan dalam belajar Tata Surya. Makalah ini dibuat sedemikian rupa agar pembaca dapat dengan mudah mempelajari dan memahami Tata Surya  secara lebih lanjut. Makalah ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar sehingga pembaca tidak bosan.

Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang namanya tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan makalah ini. Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak mustahil apabila dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang dapat dijadikan masukan dalam menyempurnaan makalah selanjutnya.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang Tata Surya. Jangan segan bertanya jika pembaca menemui kesulitan. Semoga keberhasilan selalu berpihak pada kita semua.

Malang, 6 Januari 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………..      i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………..      ii

DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………………………….      iv

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………..       1

1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………..      1

1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………………      2

1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………………..      2

BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………….      3

2.1 Asal-usul Tata Surya ……………………………………………     3

2.2 Sejarah Penemuan Tata Surya …………………………………..     5

2.3 Struktur Tata Surya ……………………………………………..      7

2.3.1 Terminologi ……………………………………………..      9

2.3.2 Zona Tata Surya ……………………………………….     10

2.3.3 Matahari ……………………………………………….    11

2.3.4 Tata Surya Bagian Dalam ……………………………..    14

2.3.4.1 Planet-planet Bagian Dalam …………………    14

2.3.4.1.1 Merkurius ………………………….    15

2.3.4.1.2 Venus ………………………………     15

2.3.4.1.3 Bumi ………………………………     16

2.3.4.1.4 Mars ……………………………….     16

2.3.4.2 Sabuk Asteroid ………………………………    17

2.3.5 Tata Surya Bagian Luar ……………………………….     18

2.3.5.1 Planet-planet Bagian Luar …………………..     18

2.3.5.1.1 Yupiter …………………………….     19

2.3.5.1.2 Saturnus ……………………………    19

2.3.5.1.3 Uranus ……………………………..    19

2.3.5.1.4 Neptunus …………………………..     20

2.3.5.1.4 Neptunus ……………………………….     19

2.3.5.2 Komet ……………………………………….     20

2.3.6 Daerah trans-Neptunus ……………………………….      21

2.3.6.1 Sabuk Kuiper ………………………………..     22

2.3.6.2 Piringan Tersebar …………………………..      22

2.3.7 Daerah Terjauh ………………………………………..     23

2.4 Konteks Galaksi ………………………………………………..      23

BAB III PENUTUP …………………………………………………………    26

3.1 Kesimpulan …………………………………………………….      26

3.2 Saran ……………………………………………………………     27
DAFTAR RUJUKAN ………………………………………………………     28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan Piringan Terbesar. Enam dari delapan planet dan tiga dari lima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami yang biasa disebut dengan bulan. Contoh: Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

Itulah sedikit gambaran tentang Tata Surya. Tetapi, Bagaimana Tata Surya bisa berbentuk seperti sekarang? Bagaimana awal mula terbentuknya Tata Surya? Apa yang menarik tentang Tata Surya? Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul di sekitar kita dan saya akan mencoba menjawab lewat makalah ini. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis membuat makalah yang berjudul “Tata Surya dan Semua Benda Langit yang Terikat dengan Gravitasi” dengan harapan dapat membantu para pembaca.. Dengan adanya makalah ini bukan berarti benda langit hanya itu saja tetapi masih ada banyak lagi yang tidak dapat ditangkap oleh indera manusia sehingga kita harus banyak belajar agar dapat menemukan benda langit yang baru.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang Masalah yang telah dijelaskan, maka secara garis besar ada empat rumusan masalah sebagai berikut.

  • Bagaimana Asal-usul Tata Surya?
  • Bagaimana Sejarah Penemuan Tata Surya?
  • Bagaimana Struktur Tata Surya?
  • Bagaimana Konteks Galaksi Tata Surya?

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

  • Mengetahui Asal-usul Tata surya.
  • Mengetahui Sejarah Tata Surya.
  • Mengetahui Struktur Tata Surya.
  • Mengetahui Konteks Galaksi Tata Surya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Asal-usul Tata Surya

Banyak ahli telah mengemukakan hipotesis tentang asal-usul Tata Surya, diantaranya.

  • Hipotesis Nebula

Hipotesis Nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace yang menyebutkan bahwa pada tahap awal Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut, berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi tersebut gas-gas memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar.

  • Hipotesis Planetisimal

Hipotesis Planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari. Pada masa awal pembentukan matahari, kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali dan sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin, memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang disebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu sehingga membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

  • Hipotesis Pasang Surut Bintang

Hipotesis Pasang Surut Bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari.  Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain oleh gaya pasang surut yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.

  • Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. uiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

  • Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis Bintang Kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis Bintang Kembar menjelaskan bahwa Tata Surya berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan saling  berdekatan. Kemudian salah satunya meledak dan meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

2.2 Sejarah Penemuan

Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang. Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam sehingga ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta. Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.

Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter. Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya

William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus pada 1781. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Kemudian Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930. Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978 ditemukan satelit yang mengelilingi Pluto yaitu Charon yang sebelumnya sempat dikira sebagai planet karena ukurannya tidak jauh berbeda dengan Pluto.

Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil yang letaknya melampaui Neptunus (disebut objek trans-Neptunus) yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004). Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga memiliki satelit.

2.3 Struktur Tata Surya

Komponen utama sistem Tata Surya adalah matahari, sebuah bintang deret utama kelas G2 yang mengandung 99,86 persen massa dari sistem dan mendominasi seluruh dengan gaya gravitasinya. Yupiter dan Saturnus merupakan  dua komponen terbesar yang mengedari matahari menyangkup kira-kira 90 persen massa selebihnya. Hampir semua objek-objek besar yang mengorbit matahari terletak pada bidang edar bumi yang disebut ekliptika. Semua planet terletak sangat dekat pada ekliptika, sementara komet dan objek-objek sabuk Kuiper biasanya memiliki beda sudut yang sangat besar dibandingkan ekliptika. Planet-planet dan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi matahari dengan berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara matahari kecuali Komet Halley.

Hukum Gerakan Planet Kepler menjabarkan bahwa orbit dari objek-objek Tata Surya sekeliling matahari bergerak mengikuti bentuk elips dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Objek yang berjarak lebih dekat dari matahari memiliki tahun waktu yang lebih pendek. Pada orbit elips, jarak antara objek dengan matahari bervariasi sepanjang tahun. Jarak terdekat antara objek dengan matahari disebut perihelion, sedangkan jarak terjauh dari matahari disebut aphelion. Semua objek Tata Surya bergerak tercepat di titik perihelion dan terlambat di titik aphelion. Orbit planet hampir berbentuk lingkaran sedangkan komet, asteroid, dan objek sabuk Kuiper orbitnya berbentuk elips.

Untuk mempermudah representasi, kebanyakan diagram Tata Surya menunjukan jarak yang sama antar orbit. Semakin jauh letak sebuah planet atau sabuk dari matahari, semakin besar jarak antara objek itu dengan jalur edar orbit sebelumnya. Sebagai contoh: Venus terletak sekitar sekitar 0,33 SA dari Merkurius, Saturnus adalah 4,3 SA dari Yupiter, dan Neptunus terletak 10,5 SA dari Uranus. Beberapa upaya telah dicoba untuk menentukan korelasi jarak antar orbit ini (hukum Titus-Bode), tetapi sejauh ini tidak satu teori pun telah diterima.

Hampir semua planet-planet di Tata Surya memiliki sistem sekunder yang kebanyakan adalah benda pengorbit alami (satelit atau bulan). Beberapa benda ini memiliki ukuran lebih besar dari planet. Hampir semua satelit alami yang paling besar terletak di orbit sinkron, dengan satu sisi satelit berpaling ke arah planet induknya secara permanen. Empat planet terbesar juga memiliki cincin yang berisi partikel-partikel kecil yang mengorbit secara serempak.

2.3.1 Terminologi

Secara informal, Tata Surya dapat dibagi menjadi tiga daerah. Tata Surya bagian dalam mencakup empat planet kebumian dan sabuk asteroid utama. Tata Surya bagian luar terdapat empat gas planet raksasa. Sejak ditemukan Sabuk Kuiper, bagian terluar Tata Surya dianggap wilayah tersendiri yang meliputi semua objek melampaui Neptunus.

Secara dinamis dan fisik, objek yang mengorbit matahari dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan, yaitu: planet, planet kerdil, dan benda kecil Tata Surya. Planet adalah sebuah badan yang mengedari matahari dan mempunyai massa cukup besar untuk membentuk bulatan diri dan telah membersihkan orbitnya dengan menginkorporasikan semua objek-objek kecil di sekitarnya. Menurut definisi ini, Tata Surya memiliki delapan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Neptunus. Pluto telah dilepaskan status planetnya karena tidak dapat membersihkan orbitnya dari objek-objek Sabuk Kuiper. Planet kerdil adalah benda angkasa bukan satelit yang mengelilingi matahari dan mempunyai massa yang cukup untuk bisa membentuk bulatan diri tetapi belum dapat membersihkan daerah sekitarnya. Menurut definisi ini, Tata Surya memiliki lima buah planet kerdil, yaitu: Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris. Objek lain yang mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil adalah Sedna, Orcus, dan Quaoar. Planet kerdil yang memiliki orbit di daerah trans-Neptunus disebut plutoid.

Sisa objek-objek lain yang mengitari matahari adalah benda kecil Tata Surya. Ilmuwan ahli planet menggunakan istilah gas, es, dan batu untuk mendeskripsi kelas zat yang terdapat di dalam Tata Surya. Batu digunakan untuk menyebut bahan bertitik lebur tinggi (lebih besar dari 500 K). Contoh: silikat. Bahan batuan ini sangat umum terdapat di Tata Surya bagian dalam yang merupakan komponen pembentuk utama hampir semua planet kebumian dan asteroid. Gas adalah bahan-bahan bertitik lebur rendah seperti atom,  hidrogen, helium, dan gas mulia. Bahan-bahan ini mendominasi wilayah tengah Tata Surya yang didominasi oleh Yupiter dan Saturnus. Es seperti air, metana, amonia, dan karbon dioksida memiliki titik lebur sekitar ratusan derajat kelvin. Bahan ini merupakan komponen utama dari sebagian besar satelit planet raksasa. Ia juga merupakan komponen utama Uranus dan Neptunus (es raksasa) serta berbagai benda kecil yang terletak di dekat orbit Neptunus.

2.3.2 Zona Tata Surya

Gambar 2.1   Zona Tata Surya

Zona Tata Surya yang meliputi, planet bagian dalam, sabuk asteroid, planet bagian luar, dan sabuk Kuiper.

Di zona planet bagian dalam, Matahari adalah pusat Tata Surya dan letaknya paling dekat dengan planet Merkurius (jarak dari matahari 57,9 × 106 km, atau 0,39 SA), Venus (108,2 × 106 km, 0,72 SA), Bumi (149,6 × 106 km, 1 SA) dan Mars (227,9 × 106 km, 1,52 SA). Ukuran diameternya antara 4.878 km dan 12.756 km, dengan massa jenis antara 3,95 g/cm3 dan 5,52 g/cm3.

Sabuk asteroid adalah kumpulan batuan metal dan mineral yang terletak di antara Mars dan Yupiter.. Kebanyakan asteroid-asteroid ini hanya berdiameter sekitar100 km atau lebih. Orbit asteroid-asteroid ini sangat eliptis, bahkan sampai menyimpang Merkurius (Icarus) dan Uranus (Chiron). Ceres adalah bagian dari kumpulan asteroid ini yang berukuran sekitar 960 km dan dikategorikan sebagai planet kerdil.

Pada zona planet luar, terdapat planet gas raksasa Yupiter (778,3 × 106 km, 5,2 SA), Uranus (2,875 × 109 km, 19,2 SA) dan Neptunus (4,504 × 109 km, 30,1 SA) dengan massa jenis antara 0,7 g/cm3 dan 1,66 g/cm3. Jarak rata-rata antara planet-planet dengan matahari bisa diperkirakan dengan menggunakan baris matematis Titus-Bode. Regularitas jarak antara jalur edaran orbit-orbit ini kemungkinan merupakan efek resonansi sisa dari awal terbentuknya Tata Surya. Anehnya pada planet Neptunus tidak muncul di baris matematis Titus-Bode sehingga membuat para pengamat berspekulasi bahwa Neptunus merupakan hasil tabrakan kosmis.

2.3.3 Matahari

Gambar 2.2   Matahari di lihat dari Spektrum Sinar-X

Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem Tata Surya.Bintang ini berukuran 332.830 kali dari massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik yang termasuk spektrum optik.

Matahari dikategorikan ke dalam bintang kerdil kuning yang berukuran tengahan.  Nama ini menyebabkan kesalahpahaman karena dibandingkan dengan bintang-bintang yang ada di dalam galaksi Bima Sakti matahari termasuk cukup besar dan cemerlang. Bintang diklasifikasikan dengan diagram Hertzsprung-Russell yaitu sebuah grafik yang menggambarkan hubungan nilai luminositas sebuah bintang terhadap suhu permukaannya. Secara umum, bintang yang lebih panas akan lebih cemerlang. Bintang-bintang yang mengikuti pola ini dikatakan terletak pada deret utama dan matahari terletak persis di tengah deret ini. Akan tetapi bintang-bintang yang lebih cemerlang dan lebih panas dari matahari adalah langka sedangkan bintang-bintang yang lebih redup dan dingin adalah umum.

Saat ini Matahari tumbuh semakin cemerlang. Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang. Matahari secara metalisitas dikategorikan sebagai bintang “populasi I”. Bintang kategori ini terbentuk lebih akhir pada tingkat evolusi alam semesta sehingga mengandung banyak unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium (metal) dibandingkan dengan bintang “populasi II”. Unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium terbentuk di dalam inti bintang purba yang kemudian meledak. Bintang-bintang generasi pertama perlu punah terlebih dahulu sebelum alam semesta dapat dipenuhi oleh unsur-unsur yang lebih berat ini. Bintang-bintang tertua mengandung sangat sedikit metal, sedangkan bintang baru mempunyai kandungan metal yang lebih tinggi. Tingkat metalitas yang tinggi ini diperkirakan mempunyai pengaruh penting pada pembentukan sistem Tata Surya, karena terbentuknya planet adalah hasil penggumpalan metal.

Gambar 2.3   Lembar Aliran Heliosfer

Disamping cahaya, matahari juga secara berkesinambungan memancarkan semburan partikel bermuatan (plasma) yang dikenal sebagai angin matahari. Semburan partikel ini menyebar keluar kira-kira pada kecepatan 1,5 juta kilometer per jam sehingga menciptakan atmosfer tipis (heliosfer) yang merambah Tata Surya sejauh 100 SA. Kesemuanya ini disebut medium antarplanet.

Badai geomagnetis pada permukaan matahari, seperti semburan matahari (solar flares) dan pengeluaran massa korona (coronal mass ejection) menyebabkan gangguan pada heliosfer sehingga menciptakan cuaca ruang angkasa. Struktur terbesar dari heliosfer dinamai lembar aliran heliosfer (heliospheric current sheet), yaitu sebuah spiral yang terjadi karena gerak rotasi magnetis matahari terhadap medium antarplanet. Medan magnet bumi mencegah atmosfer bumi berinteraksi dengan angin matahari. Venus dan Mars yang tidak memiliki medan magnet karena atmosfernya habis terkikis ke luar angkasa. Interaksi antara angin matahari dan medan magnet bumi menyebabkan terjadinya aurora yang dapat dilihat dekat kutub magnetik bumi.

Heliosfer juga berperan melindungi Tata Surya dari sinar kosmik yang berasal dari luar Tata Surya. Medan magnet planet-planet menambah peran perlindungan selanjutnya. Densitas sinar kosmik pada medium antarbintang dan kekuatan medan magnet matahari mengalami perubahan pada skala waktu yang sangat panjang sehingga derajat radiasi kosmis di dalam Tata Surya sendiri adalah bervariasi meskipun tidak diketahui seberapa besar.

Medium antarplanet juga merupakan tempat berada dua daerah mirip piringan yang berisi debu kosmis. Daerah pertama, awan debu zodiak yang terletak di Tata Surya bagian dalam dan merupakan penyebab cahaya zodiak. Ini kemungkinan terbentuk dari tabrakan dalam sabuk asteroid yang disebabkan oleh interaksi dengan planet-planet. Daerah kedua, membentang antara 10 SA sampai sekitar 40 SA dan mungkin disebabkan oleh tabrakan yang mirip tetapi tejadi di dalam Sabuk Kuiper.

2.3.4 Tata Surya Bagian Dalam

Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Terutama yang terbuat dari silikat dan logam. Objek dari Tata Surya bagian dalam melingkup dekat dengan matahari. Radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus.

2.3.4.1 Planet-Planet Bagian Dalam

Gambar 2.4   Planet-Planet Bagian Dalam

Planet-planet bagian dalam. Dari kiri ke kanan: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.  Empat planet bagian dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) memiliki komposisi batuan yang padat dan hampir tidak mempunyai bulan dan sistem cincin. Komposisi utama planet ini adalah mineral bertitik leleh tinggi, seperti silikat yang membentuk kerak dan selubung dan logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya. Venus, Bumi dan Mars memiliki atmosfer, kawah meteor, dan sifat-sifat permukaan tektonis seperti gunung berapi dan lembah pecahan. Planet yang letaknya di antara matahari dan bumi (Merkurius dan Venus) disebut juga planet inferior.

2.3.4.1.1 Merkurius

Merkurius (0,4 SA) adalah planet terdekat dari matahari serta terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya. Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin matahari. Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesis lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa dan perkembangan (akresi) penuhnya terhambat oleh energi awal matahari.

2.3.4.1.2 Venus

Venus (0,7 SA) berukuran 0,815 kali dari massa bumi. Planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfer yang tebal dan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C yang kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer. Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi dan karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer diduga sumber atmosfer Venus berasal dari gunung berapi.

2.3.4.1.3 Bumi

Bumi adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat. Bumi adalah satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan memiliki mahluk hidup. Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diobservasi memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang menghasilkan 21% oksigen. Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan dan satu-satunya satelit besar dari planet kebumian di dalam Tata Surya.

2.3.4.1.4 Mars

Mars (1,5 SA) berukuran lebih keci dari bumi dan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai belakangan ini. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi. Mars mempunyai dua satelit alami kecil yaitu Deimos dan Phobos yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.

2.3.4.2 Sabuk Asteroid

Gambar 2.5   Sabuk Asteroid Utama

Asteroid adalah obyek Tata Surya yang terdiri dari batuan dan mineral logam beku. Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars dan Yupiter yang berjarak antara 2,3-3,3 SA dari matahari. Asteroid merupakan sisa dari bahan formasi Tata Surya yang gagal menggumpal karena pengaruh gravitasi Yupiter. Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis. Semua asteroid, kecuali Ceres yang terbesar diklasifikasikan sebagai benda kecil Tata Surya. Beberapa asteroid seperti Vesta dan Hygiea mungkin akan diklasifikasi sebagai planet kerdil jika terbukti telah mencapai kesetimbangan hidrostatik. Sabuk asteroid terdiri dari beribu-ribu hingga jutaan objek yang berdiameter satu kilometer. Meskipun demikian, massa total dari sabuk utama ini tidaklah lebih dari seperseribu massa bumi. Sabuk utama tidaklah rapat karena kapal ruang angkasa secara rutin menerobos daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Asteroid yang berdiameter antara 10 dan 10-4 m disebut meteorid.

2.3.5 Tata Surya Bagian Luar

Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelit yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur yang juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, yang sering disebut es dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya.

2.3.5.1 Planet-Planet Bagian Luar

Keempat planet luar yang disebut planet raksasa gas (gas giant) atau planet jovian secara keseluruhan mencakup 99% massa yang mengorbit matahari. Yupiter dan Saturnus sebagian besar mengandung hidrogen dan helium. Uranus dan Neptunus memiliki proporsi es yang lebih besar. Para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es. Keempat raksasa gas ini semuanya memiliki cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus yang dapat dilihat dengan mudah dari bumi.

Gambar 2.6   Raksasa-raksasa gas dalam Tata Surya dan Matahari

2.3.5.1.1 Yupiter

Yupiter (5,2 SA) merupakan planet yang berukuran 318 kali massa bumi dan 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utama planet ini adalah hidrogen dan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya seperti pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar adalah Ganymede, Callisto, Io, dan Europa yang menampakan kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas. Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya berukuran lebih besar dari Merkurius.

2.3.5.1.2 Saturnus

Saturnus (9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter yaitu komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, namun  planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi sehingga membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini dan 3 yang belum dipastikan. Dua di antaranya  yaitu Titan dan Enceladus yang  menunjukan activitas geologis meskipun hanya terdiri dari es saja. Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti.

2.3.5.1.3 Uranus

Uranus (19,6 SA) yang memiliki 14 kali massa bumi adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari matahari dengan berukuran poros 90° pada ekliptika. Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas. Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui dan yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel, dan Miranda.

2.3.5.1.4 Neptunus

Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus namun memiliki 17 kali massa bumi sehingga membuatnya lebih padat. Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus. Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar adalah Triton. Triton memiliki geyser nitrogen cair dan geologinya aktif. Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.

2.3.5.2 Komet

Gambar 2.7   Komet Halley-Bopp

Komet adalah badan Tata Surya kecil yang biasanya hanya berukuran beberapa kilometer dan terbuat dari es volatil. Badan-badan ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi. Secara umum, perihelionnya terletak di planet-planet bagian dalam dan letak aphelionnya lebih jauh dari Pluto. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya bagian dalam dan mendekati  matahari menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi yang menghasilkan koma, ekor gas, dan debu panjang yang sering dapat dilihat dengan mata telanjang.

Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang dari dua ratus tahun. Sedangkan komet berperioda panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan tahun. Komet berperioda pendek dipercaya berasal dari Sabuk Kuiper, sedangkan komet berperioda panjang seperti Hale-bopp, berasal dari Awan Oort. Banyak kelompok komet, seperti Kreutz Sungrazers terbentuk dari pecahan sebuah induk tunggal. Sebagian komet berorbit hiperbolik mungkin berasal dari luar Tata Surya tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit. Komet tua yang bahan volatilesnya telah habis karena panas matahari sering dikategorikan sebagai asteroid.

2.3.6 Daerah trans-Neptunus

Daerah yang terletak jauh melampaui Neptunus disebut daerah trans-Neptunus yang sebagian besar belum dieksplorasi. Menurut dugaan daerah ini sebagian besar terdiri dari dunia-dunia kecil (yang terbesar memiliki diameter seperlima bumi dan bermassa jauh lebih kecil dari bulan) dan terutama mengandung batu dan es. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah luar Tata Surya meskipun berbagai orang menggunakan istilah ini untuk daerah yang terletak melebihi sabuk asteroid.

2.3.6.1 Sabuk Kuiper

Sabuk Kuiper adalah sebuah cincin raksasa mirip dengan sabuk asteroid tetapi komposisi utamanya adalah es. Sabuk ini terletak antara 30 dan 50 SA dan terdiri dari benda kecil Tata Surya. Beberapa objek Kuiper yang terbesar seperti Quaoar, Varuna, dan Orcus mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 100.000 objek Sabuk Kuiper yang berdiameter lebih dari 50 km tetapi diperkirakan massa total Sabuk Kuiper hanya sepersepuluh massa bumi. Banyak objek Kuiper memiliki satelit ganda dan kebanyakan memiliki orbit di luar bidang eliptika.

Sabuk Kuiper secara kasar bisa dibagi menjadi resonansi dan sabuk klasik. Resonansi adalah orbit yang terkait pada Neptunus. Sabuk klasik terdiri dari objek yang tidak memiliki resonansi dengan Neptunus dan terletak sekitar 39,4 SA- 47,7 SA. Anggota dari sabuk klasik diklasifikasikan sebagai cubewanos.

2.3.6.2 Piringan Tersebar

Piringan tersebar (scattered disc) berpotongan dengan sabuk Kuiper dan menyebar keluar jauh lebih luas. Daerah ini diduga merupakan sumber komet berperioda pendek. Objek piringan tersebar diduga terlempar ke orbit yang tidak menentu karena pengaruh gravitasi dari gerakan migrasi awal Neptunus. Kebanyakan objek piringan tersebar (scattered disc objects atau SDO) memiliki perihelion di dalam sabuk Kuiper dan apehelion hampir sejauh 150 SA dari matahari. Orbit OPT juga memiliki inklinasi tinggi pada bidang ekliptika dan sering hampir bersudut siku-siku. Beberapa astronom menggolongkan piringan tersebar hanya sebagai bagian dari sabuk Kuiper dan menjuluki piringan tersebar sebagai “Objek Sabuk Kuiper Tersebar”.

2.3.7 Daerah Terjauh

Titik tempat Tata Surya berakhir dan ruang antar bintang mulai tidaklah persis terdefinisi. Batasan-batasan luar ini terbentuk dari dua gaya tekan yang terpisah yaitu angin matahari dan gravitasi matahari. Batasan terjauh pengaruh angin matahari kira kira berjarak empat kali jarak Pluto dan matahari. Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar bintang. Akan tetapi, Bola Roche Matahari jarak efektif pengaruh gravitasi matahari diperkirakan mencakup sekitar seribu kali lebih jauh.

Banyak hal dari Tata Surya kita yang masih belum diketahui. Medan gravitasi matahari diperkirakan mendominasi gaya gravitasi bintang-bintang sekeliling sejauh dua tahun cahaya (125.000 SA). Perkiraan bawah radius Awan Oort, di sisi lain tidak lebih besar dari 50.000 SA sekalipun Sedna telah ditemukan. Daerah antara Sabuk Kuiper dan Awan Oort adalah sebuah daerah yang memiliki radius puluhan ribu SA. Selain itu, juga ada studi yang mempelajari daerah antara Merkurius dan Matahari. Objek-objek baru mungkin masih akan ditemukan di daerah yang belum dipetakan.

2.4 Konteks Galaksi

Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti yaitu sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya dan memiliki sekitar 200 milyar bintang. Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion. Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per detik. Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai tahun galaksi Tata Surya.

Gambar 2.8   Lokasi Tata Surya di dalam galaksi Bima Sakti

Lokasi Tata Surya di dalam galaksi berperan penting dalam evolusi kehidupan di Bumi. Bentuk orbit bumi adalah mirip lingkaran dengan kecepatan hampir sama dengan lengan spiral galaksi sehingga bumi sangat jarang menerobos jalur lengan. Lengan spiral galaksi memiliki konsentrasi supernova tinggi yang berpotensi bahaya sangat besar terhadap kehidupan di Bumi. Situasi ini memberi Bumi jangka stabilitas yang panjang yang memungkinkan evolusi kehidupan.

Di daerah pusat, tarikan gravitasi bintang-bintang yang berdekatan bisa menggoyang benda-benda di Awan Oort dan menembakan komet-komet ke bagian dalam Tata Surya. Ini bisa menghasilkan potensi tabrakan yang merusak kehidupan di Bumi. Intensitas radiasi dari pusat galaksi juga mempengaruhi perkembangan bentuk hidup tingkat tinggi. Walaupun demikian, para ilmuwan berhipotesis bahwa pada lokasi Tata Surya sekarang ini supernova telah mempengaruhi kehidupan di Bumi pada 35.000 tahun terakhir dengan melemparkan pecahan-pecahan inti bintang ke arah matahari dalam bentuk debu radiasi atau bahan yang lebih besar lainnya, seperti berbagai benda mirip komet.

BAB III

PENUTUP

3.2 Kesimpulan

Ada beberapa hipotesis yang menyatakan asal-usul Tata Surya yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu Hipotesis Nebula, Hipotesis Planetisimal, Hipotesis Pasang Surut Bintang, Hipotesis Kondensasi, dan Hipotesis Bintang Kembar. Sejarah penemuan Tata surya di awali dengan dilihatnya planet-planet dengan mata telanjang hingga ditemukannya alat untuk mengamati benda langit lebih jelas yaitu Teleskop dari Galileo. Perkembangan teleskop diimbangi dengan perkembangan perhitungan benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lainnya. Dari mulai mengetahui perkembangan planet-planet hingga puncaknya adalah penemuan UB 313 yang ternyata juga mempunyai satelit.

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil atau katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar ada Sabuk Kuiper dan Piringan Tersebar.

3.2 Saran

Sebaiknya semua pihak mempelajari Tata Surya agar dapat mengetahui dari mana sebenarnya Tata Surya itu berasal sehingga kita tidak dapat mengada-ada atau merekayasanya. Mengetahui Tata Surya juga sangat penting agar kita dapat mengetahui kebesaran Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

DAFTAR RUJUKAN

Amalia, Lily. 2004. Fisika 1 Kelas X. Bandung: PT. Rosdakarya.

Barata, Bima. 2002. Fisika Untuk SMA. Jakarta: Sagufindo Kinarya.

Saukah, Ali, dkk. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: UM Press.

Widyartono, Didin. 2008. Kaidah-Kaidah Menulis. Malang: Indus Nesus Private.

Wikipedia.2009.Tata Surya,(Online),(http://wikipediafoundation.org/,diakses 23 November 2009).

Wikipedia.2009.Planet,(Online),(http://wikipedia.org/wiki/Planet,diakses 23 November 2009).

Wikipedia.2009.Bulan,(Online),(http://id.wikipedia.org/Bulan_%28satelit%29,diakses 23 November 2009).

5 Komentar »

B!0Graf! Quuuu,,,,,

BIOGRAFI

Meiska Susi Andry Astuti, anak pertama dari pasangan Sumadi dan Lilik Twiharsusi ini dilahirkan di Blitar, Jawa Timur pada 15 Mei 1991. Pendidikan dasar dan menengah telah ditempuh di kampung halamannya di Blitar. Tamat SD tahun 2003, SMP tahun 2006, dan SMA tahun 2009. Dan sekarang masih tercatat sebagai mahasiswi semester satu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Program Pendidikan Pendidikan Fisika tahun 2009-sekarang dan saat ini masih sibuk mengerjakan tugas-tugas akhir semester dan menghadapi Ujian Akhir Semester.

Sejak SD, penggemar bakso ini mulai mengikuti berbagai perlombaan tingkat kota. Hal itu berlanjut hingga di SMP, penggemar Spongebobs ini aktif di berbagai organisasi yaitu Takmir Musholla, Pramuka, dan teater. Aktif diberbagai organisasi tidak membuat anak pertama dari dua bersaudara ini terlena dengan akademiknya. Peringkat 5 sampai peringkat 2 pernah di raihnya selama duduk di bangku SMP.

Masa SMA pun dilaluinya dengan penuh rasa bangga dan suka cita karena masa SMA begitu bermakna dan berkesan baginya. Semasa SMA, yang mengidolakan guru ini juga aktif diberbagai organisasi yang tidak jauh berbeda saat di SMP yaitu Pramuka dan Takmir Musholla. Serangkaian perlombaan juga pernah diikutinya yaitu Lomba Biologi se-Karisidenan Kediri, Lomba Matematika se-Karisidenan Kediri juga, dan Lomba Astronomi se-Kota Blitar.

Selain aktif dalam kuliah dan mengerjakan tugas, penggemar es krim ini juga aktif dalam salah satu organisasi yang ada di fakultasnya yaitu Karisma. Kehidupan kampus yang mulai dijalaninya membuat dia menjadi seorang yang bekerja keras dan tidak mudah putus asa demi menggapai cita-citanya. Dia ingin membahagiakan kedua orang tua dan tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.

www.izziefresh.wordpress.com

Tinggalkan komentar »

JAWABAN Tu9A5 uas BeIiKa

  1. Persamaan tekanan Pascal dapat ditulis sebagai berikut (.) atau (:)

Jawaban:

Persamaan tekanan Pascal dapat ditulis sebagai berikut:


2. Gambar 2.8. Benda bergerak dengan lintasan miring (.)

Jawaban:

Gambar 2.8   Benda bergerak dengan lintasan miring

Diberi jarak 3 spasi antara teks sebelum gambar dan teks sesudah gambar. Judul gambar tanpa             diakhiri tanda titik.

3.  Sebutkan penanda paragraf dalam karya ilmiah!

Jawaban:

Terdapat dua penanda paragraf, yaitu:

  1. a. Kalimat pertama ditulis sedikit menjorok ke dalam dan jarak antarspasi tiap paragraf sama.
  2. b. Kalimat pertama ditulis rata dengan kalimat paragraf sebelumnya (tidak menjorok ke dalam) dan jarak antarspasi tiap paragraf berbeda dengan jarak antarspasi tiap baris.

4. Pertama kali diteliti pada awal tahun 1940an.

Jawaban:

Pertama kali diteliti pada awal tahun 1940-an.


5. Kebanyakan guru memilih jabatan ini berdasarkan apa yang dianggap baik oleh mereka (,) yakni memperoleh kepuasan ruhaniah ketimbang kepuasan ekonomi.

Jawaban:

Kebanyakan guru memilih jabatan ini berdasarkan apa yang dianggap baik oleh mereka, yakni memperoleh kepuasan rohaniah daripada kepuasaan ekonomi.


6. Ada beberapa teknik yang dapat kita gunakan yaitu memberi contoh dan menyuruh mencontoh.

Jawaban:

Ada beberapa teknik yang dapat kita gunakan yaitu memberi contoh dan menyuruh mencontoh.


7. Tujuan dari penulisan makalah yang berjudul “Kurikulum Pendidikan” ini adalah … .

Jawaban:

Tujuan dari penulisan makalah yang berjudul “Kurikulum Pendidikan” ini adalah … .


8. Penulisan rumus di tengah atau di awal paragraf à perlu atau tidak perlu diberi garis batas.

Jawaban:

Hanya perlu diberi garis batas pada rumus yang sudah umum atau yang ditegaskan. Untuk penjabaran rumus (asal mula terbentuknya suatu rumus) tidak perlu diberi garis batas.


9. Guru yang mengajar fisika dianggap sebagai guru killer.

Jawaban:

Guru yang mengajar fisika dianggap sebagai guru killer.


10. Persamaan pada hakikat dapat dinyatakan bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya berat … .

Jawaban:

Persamaan pada hakikat dapat dinyatakan oleh usaha yang dilakukan oleh gaya berat … à karena kalimat pasif. Karena mengandung imbuhan di- dalam kata dinyatakan.

11. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai erzie home yang setara dengan educare.

Jawaban:

Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai erzie home yang setara dengan educare.


12. Langkah kedua adalah menumbuhkan minat dengan mengatakan: apakah manfaatnya bagiku.

Jawaban:

Langkah kedua adalah menumbuhkan minat dengan memikirkan manfaatnya bagi diri sendiri.


13. Kapanpun, di manapun, siapa pun dapat mengakses informasi dengan mudah.

Jawaban:

Kapan pun, di mana pun, siapa pun dapat mengakses informasi dengan mudah.

14.Psikologi (dari bahasa Yunani kuno: psyche=jiwa dan logos=kata) … .

Jawaban:

Psikologi dari bahasa Yunani kuno yakni psyche adalah jiwa dan logos adalah kata, … .


15. Tujuan sebagai berikut. àuraian ditulis menggunakan tanda koma (,) atau tanda titik (.)

Jawaban:

Ditulis menggunakan tanda titik (.) dan pada awal kata huruf pertama ditulis menggunakan huruf kapital. Dan pada uraian kedua, pada awal kata huruf pertamanya juga ditulis menggunakan huruf kapital. Agar memperoleh keserasian dalam kalimat satu dengan kalimat lainnya.


16. Apakah diperbolehkan mengutip dari kutipan yang salah (berdasarkan kaidah bahasa)?

Jawaban:

Sebaiknya dihindari selama masih ada yang benar.


17. Dalam bahasa Jawa pendidikan berarti panggulawetah (pengolahan/ red) … .

Jawaban:

Dalam bahasa Jawa pendidikan berarti panggulawetah (pengolahan-red) … .


18. 2.1 Usaha 2.1.1 Pengertian Usaha à ditulis lurus atau tidak?

Jawaban:

Ditulis lurus, misalnya:

2.1 Usaha

2.1.1       Pengertian Usaha


19. Bahkan(,) pada saat sekarang bermacam-macam pendidikan profesional tambahan diikuti guru-guru.

Jawaban:

Bahkan, pada saat sekarang bermacam-macam pendidikan profesional tambahan diikuti guru-guru.


20. Keduanya kadang-kadang dikatakan sama, tetapi keduanya memiliki perbedaan.

Jawaban:

Keduanya kadang-kadang dikatakan memiliki persamaan, tetapi keduanya juga memiliki perbedaan.


21. Guru menggambar karikatur seorang anak yang mendorong atlet sumo.

Jawaban:

Guru menggambar karikatur seorang anak yang mendorong atlet sumo.


22. Kutipan >40 kata mengutip lebih dari 3 lembar.

Jawaban:

Boleh. Karena tidak ada ketentuan dalam PPKI. Dan tidak ada batasan seberapa banyak kita dapat mengutip.


23. Matematika banyak mempunyai pasangan balikan: penambahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, pemangkasan dan penarikan akar, penarikan logaritma dan pergitungan logaritma, serta pendiferensialan (penurunan dan balikannya disebut antipendeferensialan).

Jawaban:

Matematika banyak mempunyai pasangan balikan yakni penambahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, pemangkasan dan penarikan akar, penarikan logaritma dan pergitungan logaritma, serta pendiferensialan (penurunan) dan antipendiferensialan.


24. Penulisan antarkota atau antar kota.

Jawaban:

Antarkota.

25. Rontgen memadamkan tabung dan layar (yang terbungkus barium platina cyanide), cahaya menjadi berhenti memijar.

Jawaban:

Rontgen memadamkan tabung dan layar (yang terbungkus barium platina sicyanide), cahaya menjadi berhenti memijar.

Tinggalkan komentar »

UN PERLU KEJUJURAN

Salamuddin (2005) mengatakan sebagai berikut.

Menjelang Ujian Nasional (UN) para siswa, guru, orang tua bahkan para pejabat sibuk melakukan persiapan untuk memenuhi kegiatan rutin tiap tahun yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional. Siswa tidak hanya belajar pada jam sekolah, namun guru pun memberikan les tambahan pada jam luar sekolah, para orang tua mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, dan para pejabat pun sibuk menghitung anggaran , membuat perangkat hukum, dan segala pernak-perniknya. Kesibukan yang demikian merupakan pemandangan yang muncul setiap menjelang akhir pelajaran yang terjadi pada tiga bulan terakhir menjelang Ujian Nasional. Apalagi pada tiap tahun Depdiknas mematok standar kelulusan naik 0,25 dari tahun sebelumnya.

Peningkatan standar kelulusan ini tidak membuat sebagian siswa kecut karena mereka yakin akan dibantu oleh yang namanya “Tim Sukses”. Selain itu, para guru memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan mereka bahkan bisa untuk membayar hutang. Biasanya guru dibayar oleh sekolah untuk memberikan les tambahan sekitar Rp. 25.000 hingga Rp. 60.000 untuk satu kali pertemuan. Bahkan bisa lebih bila mendapat kontrak rahasia untuk menjadi Tim Sukses saat Ujian Nasional berlangsung. Dengan demikian, Ujian Nasional memunculkan pola budaya baru yang seharusnya tidak terjadi.

Muhammad Jusuf Kalla (2005) mengatakan sebagai berikut.

Budaya lembek telah mempengaruhi dunia pendidikan, akan tetapi, denganUjian Nasional budaya lembek itu akan dapat diatasi menjadi budaya kerja keras karena akan memaksa siswa dan guru untuk bekerja keras.

Ujian Nasional itu sangat penting dilaksanakan karena para siswa akan lebih giat belajar untuk meraih predikat LULUS. Di samping itu, gurunya pun akan mengajar serius, bahkan orang tua siswa akan memberikan perhatian ekstra untuk anaknya.

Salamuddin (2005) mengemukakan bahwa “ pernyataan Muhammad Jusuf Kalla dapat diterima dengan catatan jika UN dilaksanakan dengan kejujuran”.

Salamuddin (2005) mengatakan bahwa ”ada beberapa indikator pelaksanaan Ujian Nasional dapat dikatakan jujur antara lain 1) Jawaban siswa apa adanya. 2) Tidak memberitahukan jawaban kepada siswa baik secara tertutup atau pun secara terbuka.

3) Pengawasan dilakukan ketat. 4) Tidak ada intervensi pihak-pihak tertentu untuk membuat kelulusan 100&. 5) Penilaian LJK berdasarkan acuan standar. Jika kelima indikator itu dilaksanakan dengan penuh komitmen maka barulah Ujian Nasional  dapat dikatakan jujur”.

Perkataannya adalah “ ujian nasional akan menciptakan budaya tidak jujur di kalangan peserta didik dan pengelola pendidikan jika pelaksanaannya tidak taat pada asas kejujuran. Ketidakjujuran dalam pelaksanaan UN seperti kebocoran soal, keleluasaan peserta didik untuk mencontek, sistem pengawasan yang lemah bahkan ada tanpa pengawasan, dan pengorganisasian Tim Suksesi untuk mengubah jawaban peserta didik sudah sepantasnya kita akhiri”(Salamuddin,2005).

“Sikap bersaing secara sehat antara siswa dan pengelola pendidikan harus ditumbuhkan dalam pelaksanaan UN. … .Dengan begitu, Ujian Nasional akan bermanfaat”(Salamuddin,2005).

“Kejujuran sangat diperlukan untuk mendukung perubahan budaya itu sehingga menjadi bersifat permanen. … .Namun jika pemerintah mampu menekankan kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional tentu hasilnya dapat dijadikan sebagai kendali mutu pendidikan sekaligus sebagai umpan balik untuk memperbaiki input dan proses penyelenggaraan pendidikan dalam sistem pendidikan nasional”(Salamuddin,2005).

Reza Taofik mengatakan sebagai berikut.

Sistem penilaian pendidikan di Indonesia masih bermuara pada sebuah nilai (angka). Sekolah yang seharusnya menjadi tempat bagi siswa untuk menuntut ilmu malah menjadi tempat pembudakan siswa terhadap angka-angka sebuah nilai. Belajar siswa selama 3 tahun hanya bermuara pada sebuah nilai. Proses belajar selama 3 tahun hanya ditentukan selama 3 hari Ujian Nasional. Penghambaan akan sebuah nilai ini menjebak siswa pada kehampaan akan sebuah potensi.

“ Dan hasil Ujian Nasional tersebut tidak dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan  seorang siswa karena hasilnya tidak menggambarkan keadaan sebenarnya dan sangat diragukan. … .Namun jika hasil UN dianggap sebagai pemetaan potensi peserta didik berdasarkan wilayah, hal itu dapat diterima walaupun sebenarnya UN hanya dapat memetakan aspek kognitifnya saja”(Salamuddin,2005).

Muhammad Ivan Azhari (2006) mengatakan bahwa perjalanan praksis 60 tahun Indonesia merdeka dalam catatan ini sebatas pada pendidikan dasar dan menengah sebenarnya jalan di tempat. Siswa tidak peka dan tidak memiliki kemampuan menjawab lembar realitas di lapangan karena siswa hanya pandai menjawab soal-soal semata.

“Ketika siswa lulus Ujian Nasional seakan ia telah terbebas dari belenggu penjajahan yang bernama sekolah yang dimulai dari tugas, ujian, buku mahal, LKS wajib hingga tekanan dari guru yang menjadikan siswa sebagai kaum terjajah. … .Ada aksi coret-coret baju, konvoi di jalan yang dapat menimbulkan kemacetan, mabuk-mabukan hingga pelecehan seksual”(Reza Taofik,2007).

Reza Taofik (2007) mengatakan cerita seperti ini dapat kita jumpai hampir di seluruh Indonesia. Masih banyak cerita ekspresi yang diperlihatkan oleh siswa-siswi negeri yang konon katanya berbudi luhur. Ada yang puas dengan hasil Ujian Nasional, pasti juga ada yang kecewa karena Ujian Nasional. Seakan dunia telah berakhir, rasa kecewa tersebut terealisasi lewat demo menuntut keadilan akan kejelasan masa depannya dan sikap anarkis. Seperti di Semarang, siswa ribut dengan wartawan peliput berita, aksi dorong-mendorong, pelemaran botol bekas hingga saling pukul pun semakin mewarnai kekecewaan mereka. Rasa puas dan kecewa atas Ujian Nasional tersebut mencerminkan bahwa siswa masih diperbudak dengan sebuah nilai yang terstandarisasi dari pusat.

Reza Taofik menceritakan sebagai berikut.

Ada beberapa kisah baru yang muncul pada saat pelaksanaan Ujian Nasional, antara lain:

1)      Penyerahan wewenang dari pusat ke tingkat satuan pendidikan mengenai siapa yang berhak mengumumkan hasil kelulusan. Pengumuman kelulusan tidak lagi diumumkan secara resmi oleh pemerintah tetapi diserahkan ke sekolah masing-masing atas ketentuan rapat dewan guru setempat yang penilaiannya terdiri dari penilaian guru, hasil ujian sekolah dan hasil Ujian Nasional. Aroma busuk telah tercium, bahwa pemerintah melimpahkan aib nya ke sekolah.

2)      Berasal dari Komunitas Guru di Medan yang menguak kebusukan pelaksanaan Ujian Nasional di Medan telah menuai benih ancaman. Diberitakan para guru diancam akan dibunuh oleh Orang Tua siswanya sendiri,

selain itu pemecatan menjadi ancaman bagi para guru yang lain. Ancaman ini pada akhirnya membuat Komunitas Air Mata Guru ini ke Jakarta untuk meminta perlindungan ke Komna HAM.

3)      Dari kota Padang. Tepatnya di SMK Dhuafa Nusantara yang 83 siswanya tidak mengikuti Ujian Nasional hari ke-2 dan ke-3. Hal ini terjadi karena berita adanya pembocorang jawaban oleh guru. Selain itu, mereka menolak mengikuti Paket C dengan alas an ijazah Paket C ini dianggap tidak layak  dan merugikan siswa. Mereka lebih memilih Ujian Nasional tahun depan.

“Masih banyak efek-efek negatif dari pelaksanaan Ujian Nasional yang seharusnya menjadi evaluasi bagi Pemerintah negeri ini … yang terjadi saat ini malah mencetak generasi bangsa yang penuh dengan kemunafikan”(Reza Taofik,2007).

Reza Taofik (2007) menyimpulkan pelaksanaan Ujian Nasional saat ini coba diubah format ujiannya demi mewujudkan Pendidikan Indonesia yang berkualitas dan terstandardisasi dengan kejujuran tanpa ada kecurangan dibaliknya dengan cara tidak hanya melaksanakan tes tulis saja tetapi lebih ke tes komprehensif yaitu penilaian baik secara lisan maupun tulisan. Model evaluasi seperti ini bisa dilakukan pada setiap mata pelajaran yang ada. Karena penilaian seperti ini akan lebih objektif dan efektif dalam mengukur tingkat kemampuan siswa.

DAFTAR RUJUKAN

1.) Salamuddin.2005.Ujian Nasional Perlu Kejujuran(Online),(http://re-searchengines.com/0505salamuddin.html,diakses 6 Oktober 2009).

2.) Ivan Azhari,Muhammad.2006.Ujian Nasional dan Mallpraktik Pendidikan(online),(http://re-searchengines.com/0606muhivan,diakses ,diakses 6 oktober 2009).

3.) Taofik,Reza.2007.Lulus Ujian Nasional, Lulus Penjajahan(Online),(http://re-searchengines.com/0707reza.html, diakses 6 Oktober 2009).

Tinggalkan komentar »

FISIKA PILIHANKU

Saat saya mulai duduk di bangku SMA, saya udah mulai berfikir ke mana saya akan melanjutkan sekolah dan jurusan apa yang akan saya ambil. Saya berkeinginan untuk masuk di Universitas Negeri Malang dengan jurusan Fisika dan saya ingin menjadi seorang guru jadi saya memilih untuk masuk prodi Pendidikan Fisika. Sampai suatu saat keinginan itu termantapkan oleh seorang guru yang selalu memotivasi saya untuk selalu rajin belajar agar keinginan itu dapat terwujud. Setelah saya duduk di bangku kelas 3, keinginan itu saya realisasikan dengan mengikuti berbagai cara untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri tercinta yaitu Universitas Negeri Malang. Pertama saya mencoba untuk daftar lewat jalur PMDK tapi gagal, kedua saya daftar lewat Program Mandiri I tapi gagal juga dan akhirnya saya daftar lewat jalur SNMPTN. Pada SNMPTN saya memasukkan Jurusan Fisika pada pilihan kedua dan pada pilihan pertama saya masukkan Jurusan Kimia karena saya tidak ingin melenceng dari jalur saya sebagai anak dari jurusan IPA.

Sampai saatnya tiba, yaitu saat pengumuman hasil SNMPTN. Alhamdulillah saya diterima di Universitas Negeri Malang dengan jurusan Fisika. Sejak awal Fisika memang  sudah saya gemari meskipun nilai hasil UAN belum memuaskan bagi saya tapi di Universitas Negeri Malang ini saya akan belajar untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan saya tentang Fisika. Saya memilih Universitas Negeri Malang  ini karena beberapa alasan, pertama  saya ingin jadi guru sehingga saya memilih UM sebagai tujuan pertama saya, kedua mutu dan kualitas guru lulusan dari UM sangat dicari dan diminati dalam dunia pendidikan, ketiga biaya pendidikan di UM lebih murah daripada Perguruan Tinggi Negeri yang lain. Saya yakin di UM tercinta inilah saya tidak akan tersesat karena UM telah terbukti kualitasnya serta UM telah mendarah daging bagi saya karena sebelumnya saya juga mempunyai saudara yang lulus dari UM dan sekarang telah sukses menjadi seorang guru. Melihat saudara saya yang sukses, saya ingin mengikuti jejaknya untuk menjadi seorang guru yang sukses pula. Saya yakin saya dapat meraih cita-cita setinggi langit saya di UM sehingga saya dapat membahagiakan kedua orang tua.

Saya ingin lulus tahun 2013 saat saya berusia 22 tahun jika di beri panjang umur oleh Allah. Setelah  lulus dari UM, saya ingin menjadi seorang guru fisika yang dapat membuat anak didik saya merasa nyaman di samping saya, menjadi guru fisika yang tidak membuat anak didik saya tambah bingung dengan fisika karena selama ini fisika telah di anggap sulit oleh para siswa, serta guru yang jujur dan tidak sombong. Dari awal saya telah bercita-cita ingin membahagiakan orang tua dengan cara menjadi seorang guru fisika karena melihat jasa-jasa orang tua saya kepada saya selama ini. Jadi saya berupaya agar cita-cita tersebut dapat terlaksana dan saya tidak ingin mengecewakan beliau. Setelah menjadi seorang guru yang mempunyai penghasilan tetap dan telah diangkat menjadi PNS saya ingin meneruskan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S2 dengan biaya saya sendiri. Seumpama saya belum diangkat menjadi PNS dan saya telah mempunyai rezeki, Insya Allah saya akan tetap melanjutkan studi  karena saya tidak ingin puas dengan gelar S1 saja. Semoga apa yang saya cita-citakan dapat terwujud dengan cara saya akan terus rajin belajar dan berdoa serta bertawakal kepada Allah.

Tinggalkan komentar »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.